SUNGGAL — Memasuki fase krusial perkembangan anak di usia remaja awal, SMP Muhammadiyah 47 Sunggal kembali menggelar kegiatan edukatif bertajuk Parenting Day. Acara ini digagas sebagai upaya konkret dalam memperkuat peran krusial orang tua untuk mendampingi tumbuh kembang buah hati tercinta.
Kegiatan yang mengusung tema “My Parents, My Bestie” ini menghadirkan pakar pendidikan terkemuka, Prof. Dr. Mardianto, M.Pd., sebagai narasumber utama. Menariknya, kehadiran beliau tahun ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya juga sukses menjadi pembicara pada kegiatan serupa di tahun lalu.
Dalam pemaparannya yang menyentuh hati, Prof. Mardianto mengingatkan para hadirin bahwa anak adalah amanah agung dari Allah SWT yang wajib disyukuri, dijaga, dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Sebagai anugerah dan dambaan setiap keluarga, orang tua memikul tanggung jawab besar untuk menghadirkan perhatian, limpahan kasih sayang, serta pendampingan yang tepat presisi sesuai dengan kebutuhan psikologis anak.
Tipologi Anak Berdasarkan Urutan Kelahiran
Pendekatan Pola Pengasuhan yang Tepat
Anak Sulung
Umumnya memiliki kecenderungan untuk menjadi yang pertama dan mendambakan pengakuan. Orang tua disarankan memberikan kepercayaan penuh sekaligus membantu anak membangun hubungan positif dengan teman sebaya atau kerabat keluarga.
Anak Tengah
Pola pendampingan terbaik adalah dengan senantiasa melibatkan peran sang kakak dalam berbagai aktivitasnya. Kedekatan antarsaudara ini sangat vital guna memastikan anak tetap memiliki rasa aman dan nyaman meski orang tua sedang tidak berada di dekatnya.
Anak Bungsu (Ragil)
Cenderung membutuhkan porsi perhatian yang lebih intens. Orang tua perlu secara bijak memberikan ruang dan waktu fleksibel agar anak dapat mengeksplorasi berbagai aktivitas positif, khususnya dalam membangun interaksi bersama teman sebayanya.
Komunikasi: Kunci Membangun Hubungan Bersahabat
Lebih jauh, Prof. Mardianto menyoroti bahwa selain pemahaman pola asuh, komunikasi merupakan aspek fundamental saat mendampingi anak yang sedang memasuki gerbang masa remaja awal. Orang tua sangat dianjurkan untuk membangun komunikasi dua arah yang seimbang—dengan lebih banyak meluangkan telinga untuk mendengarkan, memahami sudut pandang dari kacamata anak, dan tidak bersikap otoriter dengan selalu menempatkan diri sebagai pihak tunggal pemutus kebijakan.
Secara praktis, anak perlu mulai dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, dimulai dari hal-hal yang terkesan sederhana. "Berikanlah kesempatan kepada anak untuk sekadar menentukan atau mengatur posisi tempat tidurnya sendiri," tuturnya. Keterlibatan sederhana ini terbukti ampuh melatih rasa tanggung jawab dan mendongkrak rasa percaya diri sang anak.
Seluruh pesan inspiratif tersebut selaras dengan tajuk “My Parents, My Bestie” yang bermakna mendalam. Melalui perhelatan Parenting Day ini, SMP Muhammadiyah 47 Sunggal menaruh asa agar para orang tua tidak hanya menduduki fungsi sebagai pengasuh dan pembimbing semata, namun juga mampu bertransformasi menjadi seorang "sahabat karib" yang seutuhnya memahami dunia anak di setiap fase perkembangannya.


0 komentar:
Posting Komentar